NILAI-NILAI PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI CORE VALUE; DALAM MENJAGA MODERASI ISLAM DI INDONESIA

Dakir Dakir, Harles Anwar

Abstract


Antroplogically, the portrait of the presence of pesantren, as the oldest Islamic educational institution in Indonesia, has significantly demonstrated its kirpah in the community, both as a socio-religious institution and as an educational institution. This view, of course, cannot be separated from the value system established by the founders of the pesantren based on the Qur'an and al-Hadith, so that the values of local wisdom are in accordance with the social conditions of a pluralistic Indonesian society. Therefore, the internalization of social values above is expected to be a basic value in maintaining Islamic moderation in Indonesia, accordingly with the vision of Islam rahmatan lil'alamin, so that it can bring world peace. In this context, the habitualization of pesantren values becomes the root of social culture and has transcended its time (transculturation) so that the value system in question gives birth to a portrait of moderate Islamic education. Thus the internalization of these values, becomes (social capital) for pesantren to build and maintain Islamic moderation. Therefore, pesantren education is in essence, always in touch with the social reality that surrounds it (historical determinism and practical realism), this view can then give birth to a moderate Islamic education paradigm believed to be socio-cultural enlightenment, by promoting the principle of togetherness (ijtima'iyyah) , justice, tolerance (tasamuh) consultation (shura), towards social liberation so as to realize polite and childbirth (ukhuwah islamiyyah, wataniyyah, and insaniyah) in accordance with the vision of Islam rahmatan lil'alamain.


Keywords


Islamic Education, Values, and Islamic Moderation

Full Text:

PDF

References


Abd Muin, Pendidikan Pesantren dan Potensi Radikalisme, Jakarta: Prasasti, 2007.

Abdul Munir Mulkhan SU, Nalar Spiritual Pendidikan; Solusi Problem Filosofis Pendidikan Islam, cet. I, Yogyakarta: PT Tiara Wacana, 2002.

Abdurrahman Wahid, Prisma Pemikiran Gus Dur,Yogyakarta: LkiS, 1999.

Abu Khalil Abu al-Ainain, Falsafah al-Tarbiyah al-Islamiyah fi al-Qur'an al- Karim, T.t: Dar al-Fikr al-Arabi, 1980

Achmadi, Ideologi Pendidikan Islam: Paradigma Humanisme Teosentris, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Ahmed A.K, Pendidikan Pesantren dan Radikalisme; Tinjauan Perubahan Budaya Pesantren, Jurnal Studi Islam, No 8, Vol 11, 2011.

Ali Mahfuz, Hidayat al-Musyidin, Kairo: Al-Matba’at al-Usmaniyyah al- Misiyyah, 1958.

Alwi Shihab, Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama, Bandung: Mizan, 1999.

Andik Wahyun Muqoyyidin, Membangun Kesadaran Inklusif-Multikultural untuk Deradikalisasi Pendidikan Islam, Jurnal Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Vol. II, No. 1, Juni 2013.

Andrew Giddings, Elements of Sociological Theori of Religion, Sacred Canopy, Oktober, 2000.

Asykuri, Ibnu Chamrin, Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Kehidupan Demokratis dan Berkeadaban,Yogyakarta: Majlis Diktilitbang PP. Muhammadiyah, 2006.

Budhy Munawar, Islam Pluralis:Wacana Kesetaraan Kaum Beriman, Jakarta: Paramadina, 2001.

Charlene Tan, Islamic Education Indoctrination: The Case in Indonesia, New York: Routledge, 2011.

Dirjosanjoto, Pradjarta, Memelihara Ummat, Kiai Pesantren, Kiai Langgar di Jawa, Yogjakarta: LKiS, 1999.

Endang Turmudi dan Riza Sihbudi, Islam dan Radikalisme di Indonesia, Jakarta: LIPI Press, 2005.

Faisal Ismail, NU Gusdurisme dan Politik Kiai,Yogjakarta: Tiara Wacana, 1999.

Faisol, M. (2017). Peran Pondok Pesantren dalam Membina Keberagamaan Santri. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 37–51.

Fauzi, A. (2017). Persepsi Barakah di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong; Perspekstif Interaksionalisme Simbolik. Al-Tahril IAIN Ponorogo, 17(Islam Ortodoksi Heterrodoksi), 105–132.

Fauzi, A. (2018). Konstruksi Pendidikan Pesantren; Diskursus Terhadap Fundamentalisme dan Liberalisme dalam Islam. Al-Tahril IAIN Ponorogo, Vol.18(Islam: Liberalism & Fundamentalism), 89–114.

Fauzi, A. (2018). Konstruksi Pendidikan Pesantren; Diskursus Terhadap Fundamentalisme dan Liberalisme dalam Islam. Al-Tahril IAIN Ponorogo, Vol.18(Islam: Liberalism & Fundamentalism), 89–114.

Gay Hendricks dan Kate Ludeman, The Corporate Mystic: A Guidebook for Visionarities with Their Feet on the Ground, New York: Bantam Books. 1996.

Hamam Nasrudin, Humanisme Religius Sebagai Paradigma Pendidikan Islam, Tinjauan Filosofis atas Pemikiran Abdurrahman Mas’ud,Semarang: IAIN Walisongo 2008.

Hanafi, Muchlis, Peran alumni Timur Tengah dalam mengusung wasathiyyat al-Islam. Jakarta, 2010.

HS.Mastuki., M. Ishom El-Saha, Intelektualisme Pesantren Potret Tokot dan Cakrawala Pemikiran di Era Pertumbuhan Pesantren, Jakarta, Diva Pustaka, Cet I, 2007.

Irwan Masduqi, Berislam Secara Toleran: Teologi Kerukunan Umat Beragama, Bandung: Mizan, 2012.

Ishom Hasdzik, Visi dan Aksi Sumber Daya Manusia Pesantren dalam Meningkatkan Perannya Pada Indonesia Modern, Jombang: 1995.

Joko Sayono Sayono, Perkembangan Pesantren di Jawa Timur, dalam Jurnal Bahasa dan Seni, Vol. II, No. 1, Februari 2005.

Ki Hajar Dewantara, Bagian Pertama Pendidikan,Yogyakarta: Majlis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1962.

M astuki HS & M Ishom el-Saha, Intelektualisme Pesantren: Potret Tokoh dan Cakrawala Pemikiran di Era Perkembangan Pesantren , Jakarta: Diva Pustaka, 2003.

Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, Upaya Mengefektidkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Bandung: PT Rosdakarya, 2004.

Muhammad Quraish Shihab, Pengantin Al-Qur’an, Jakarta,Lentera Hati, 2007

Muhtarom, Reproduksi Ulama di Era Globalisasi: Resistensi Tradisionalitas Islam, Yogyakarta; Pustaka Belajar, 2005.

Mukhibat, Meneguhkan Kembali Budaya Pesantren Merajut Lokalitas, Nasionalitas, dan Globalitas, Jurnal Karsa Sosial dan Budaya Keislaman, Vol. II, No 23 Desember 2015.

Mukhtar, J., & Nugroho, I. (2019). PONDOK PESANTREN ( Studi Kasus di Pondok Pesantren As ’ adiyah Belawa Baru, Masamba, Sulawesi Selatan ). Al-Tanzim, 03(01), 82–101.

Mundzier Suparta, Islamic Multicultural Education: Sebuah Refeleksi atas Pendidikan Agama di Indonesia, Jakarta: Al-Ghazali Center, 2008.

Nurcholis Madjid, Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potrer Perjalanan, Jakarta: Paramadina, 1997.

Peter L Berger and Thomas Luckmann, The Social Construction of Reality A Treatise in the Sociology of Knowledge, New York: 1966.

Rahman, Islam dan Liberalisme, Jakarta: Friedrich Naumann Stiftung, 2011), 28.

Rifa’i, M. (2017). Kebijakn Pendidikan Islam dalam Era Otonomi Daerah. Al-Tanzim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 99–114.

Somantri, Pendidikan Karakter: Nilai-nilai Bagi Upaya Pembinaan Kepribadian Bangsa, Bandung: Widya Aksara Press, 2006.

Sumartana, et.al., Pluralisme, Konflik dan Pendidikan Agama di Indonesia, Yogyakarta: Dian /Interfidei, 2005.

Taliziduhu Ndraha, Teori Budaya Organisasi,Jakarta: Rineka Cipta, 2005.

Ummah Farida, Radikalisme, Moderatisme dan Liberalisme Pesantren, Edukasia, Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 02, No. 1, Februari 2016.

Zakiyuddin Baidhawy, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural, Jakarta: Erlangga, 2005.




DOI: https://doi.org/10.33852/jurnalin.v3i2.155

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JURNAL ISLAM NUSANTARA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by :